• Survei ini diadakan untuk menguji secara akurat dampak program zakat produktif dari BAZNAS ke mustahik tersebut. Dengan menggunakan model CIBEST yang mencakup material dan aspek spiritual.
  • Model CIBEST dibagi menjadi empat kuadran, yaitu: indeks kesejahteraan, indeks kemiskinan material, indeks kemiskinan spiritual, dan indeks kemiskinan absolut.
  • Survei ini dilakukan pada bulan Oktober sampai November 2016 di tiga belas (13) daerah di Indonesia: Jawa Barat (Sukabumi, Sumedang, Bandung Barat), DI Yogyakarta (Bantul), Bali (Tabanan), Jawa Timur (Gresik), Jawa Tengah ( Semarang), Nangroe Aceh Darussalam, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur (Kutai Timur), Gorontalo, Sumatera Barat (Sijunjung) dan Riau (Siak).
  • Di Kabupaten Sukabumi, indeks kesejahteraan meningkat tiga belas persen, sedangkan material, spiritual, dan indeks kemiskinan absolut menurun -1 persen, -11 persen, dan -3 persen, masing-masing.
  • Di Nangroe Aceh Darussalam, indeks kesejahteraan meningkat empat persen, sedangkan bahan dan indeks kemiskinan spiritual menurun -4 persen dan -1 persen, masing-masing. Indeks kemiskinan absolut tetap tidak berubah.
  • Di Kabupaten Gresik, indeks kesejahteraan tidak berubah (nol persen), sedangkan indeks kemiskinan materi meningkat satu persen. Namun, kedua indeks kemiskinan spiritual dan absolut menurun -1 persen.
  • Di Kabupaten Sumedang, indeks kesejahteraan meningkat satu persen, sedangkan indeks kemiskinan materi menurun -1 persen. Kedua indeks kemiskinan spiritual dan absolut tetap tidak berubah (nol persen).
  • Di Jawa Tengah, indeks kesejahteraan dan kemiskinan materi meningkat tiga belas persen dan 52 persen, masing-masing. Sementara itu, indeks kemiskinan spiritual dan absolut menurun -8 persen dan -57 persen, masing-masing.
  • Di Kabupaten Tabanan, indeks kesejahteraan meningkat dua persen, sedangkan indeks kemiskinan materi menurun -2 persen. Kedua indeks kemiskinan spiritual dan absolut tetap tidak berubah (nol persen)
  • Di Kabupaten Bantul, indeks kesejahteraan meningkat empat belas persen, sedangkan material, spiritual, dan indeks kemiskinan absolut menurun -4 persen, -6 persen, dan -5 persen, masing-masing.
  • Di Bandung Barat, indeks kesejahteraan meningkat dua belas persen, sedangkan indeks kemiskinan materi menurun -12 persen. Kedua indeks kemiskinan spiritual dan absolut tetap tidak berubah (nol persen).
  • Di Nusa Tenggara Barat, indeks kesejahteraan meningkat enam persen, sedangkan bahan dan indeks kemiskinan spiritual menurun -5 persen dan -1 persen, masing-masing. Indeks kemiskinan absolut tetap tidak berubah.
  • Di Kutai Timur, indeks kesejahteraan meningkat sembilan belas persen, sedangkan bahan dan indeks kemiskinan spiritual menurun -17 persen dan -1 persen, masing-masing. Indeks kemiskinan absolut tetap tidak berubah.
  • Di Kabupaten Sijunjung, indeks kesejahteraan meningkat 26 persen, sedangkan material, spiritual, dan indeks kemiskinan absolut menurun -16 persen, -5 persen, dan -5 persen, masing-masing.
  • Di Gorontalo, indeks kesejahteraan meningkat dua persen, sedangkan indeks kemiskinan spiritual menurun -2 persen, diikuti oleh bahan dan indeks kemiskinan absolut yang tetap tidak berubah (nol persen).
  • Di Kabupaten Siak, indeks kesejahteraan meningkat sepuluh persen, sedangkan indeks kemiskinan materi menurun -10 persen. Kedua indeks kemiskinan spiritual dan absolut tetap tidak berubah (nol persen).
  • Perubahan positif dari kondisi mustahik yang dicapai melalui program zakat produktif ini hampir di semua wilayah survei.

Analisis Dampak Program Zakat Produktif Terhadap Tingkat Kesejahteraan Mustahik: Model Cibest

 

 

 

 

Other Publications