• Mustahik yang disurvey sebanyak 877 kk, berasal dari provinsi Jambi, Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Bengkulu, Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
  • Mayoritas penerima manfaat zakat produktif di pulau Sumatera adalah laki-laki yaitu 79% sedangkan penerima manfaat perempuan sebanyak 21%.
  • Mustahik yang berada dalam rentang usia 36-50 tahun (52%), diikuti dengan kelompok umur 51-65 tahun sebesar 27%. Adapun kelompok umur dengan persentase terendah (1%) yaitu usia di atas 81 tahun.
    Penerima manfaat zakat produktif di pulau sumatera yang memiliki tingkat pendidikan SMA yaitu sebesar 38% diikuti oleh tingkat pendidikan SD yaitu 28%, sedangkan penerima manfaat yang memiliki tingkat pendidikan D3/S1 hanya sebesar 4%. Selain itu 8% mustahik pernah mengikuti pendidikan informal sedangkan sebesar 92% belum pernah mengikuti pendidikan informal seperti pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan keterampilan.
  • Berdasarkan jenis pekerjaan, mayoritas penerima manfaat zakat produktif di pulau sumatera yang berprofesi sebagai pedagang sebesar 38%. Selanjutnya, sebanyak 28% memiliki pekerjaan sebagai karyawan, sebanyak 17% perprofesi sebagai buruh dan 10% dari total penerimaa manfaat memiliki pekerjaan sebagai petani
  • Pendapatan mustahik yang menjadi sample di pulau sumatera yang masih berada di bawah Rp2.000.000,00 yaitu sebanyak 60%. Sedangkan penerima manfaat zakat produktif yang memiliki penghasilan pada rentang Rp2.100.000,00 – Rp5.000.000,00 sebesar 38%.
  • Selanjutnya jika dikelompokkan berdasarkan tingkat pengeluarannya maka 50% dari total keseluruhan mustahik memiliki tingkat pengeluaran dalam rentang Rp. 2.100.000,00 – Rp. 5.000.000,00. Selanjutnya sebanyak 44% memiliki tingkat penghasilan di bawah Rp. 2.000.000,00.

 

Profil Mustahik Zakat Produktif BAZNAS di Pulau Sumatera, 2017

 

 

 

Other Publications