• Indeks Desa Zakat (IDZ) yang telah disusun oleh Pusat Kajian Strategis / Puskas BAZNAS berfungsi untuk menilai proses yang terjadi pada pra program, pada saat program berlangsung, dan pasca program apakah sebuah komunitas layak dibantu serta tepat sasaran dengan bantuan zakat.
  • Tim Puskas BAZNAS mendesain perencanaan IDZ dan membagi 121 titik ke dalam 2 tahap (semester).
  • Jumlah titik di wilayah Sumatera yang telah diukur pada semester I adalah 14 desa yang tersebar di 6 provinsi dan 10 kabupaten/kota.
  • Nilai rata-rata IDZ untuk wilayah Sumatera adalah 0,52 (cukup baik) yang diinterpretasikan sebagai nilai yang dapat dipertimbangkan untuk mendapatkan bantuan zakat. Sedangkan nilai terendahnya adalah 0,34 (kurang baik) yang diinterpretasikan sebagai nilai yang diprioritaskan untuk dibantu.
  • Jumlah titik di wilayah Jawa I; meliputi Banten, Jawa Barat dan Jawa Tengah, yang telah diukur pada semester ini adalah 17 desa/kelurahan, yang tersebar di 3 provinsi, 15 kabupaten/kota, 17 kecamatan.
  • Kegiatan pengukuran yang dilakukan di wilayah Jawa I telah menghasilkan nilai rata-rata yaitu 0,53 (cukup baik) yang diinterpretasikan sebagai nilai yang dapat dipertimbangkan untuk mendapatkan bantuan zakat. Nilai terendahnya adalah 0,39 (kurang baik) yang diinterpretasikan sebagai nilai yang diprioritaskan untuk dibantu.
  • Jumlah titik di wilayah Jawa II; meliputi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur. Adapun pengukuran ini dilakukan di 15 desa/kelurahan, yang tersebar di 2 provinsi, 4 kabupaten/kota, 5 kecamatan.
  • Kegiatan pengukuran yang dilakukan di wilayah Jawa II telah menghasilkan nilai rata-rata yaitu 0,52 (cukup baik) yang diinterpretasikan sebagai nilai yang dapat dipertimbangkan untuk mendapatkan bantuan zakat. Nilai terendahnya adalah 0,34 (kurang baik) yang diinterpretasikan sebagai nilai yang diprioritaskan untuk dibantu.

Implementasi Indeks Desa Zakat Wilayah Jawa dan Sumatera - Semester I Tahun 2018 

 

 

Other Publications