• Berdasarkan pada 26 provinsi yang diukur, seluruh provinsi menunjukkan nilai headcount index yang menurun setelah memperoleh bantuan zakat. Adapun tingkat penurunan penduduk miskin yang paling tinggi terjadi di provinsi Sumatera Selatan dimana penurunannya mencapai 52% dari 0,64 menjadi 0,12. Sedangkan provinsi yang memiliki perubahan headcount index terendah yaitu provinsi Kalimantan Barat dimana program zakat hanya mampu menurunkan jumlah penduduk miskin sebasar 2% dari total mustahik.
  • Hasil pengukuran tingkat kesenjangan pendapatan dengan menggunakan income gap ratio (I) menunjukkan mayoritas provinsi yang menjadi sample mengalami penurunan tingkat kesenjangan pendapatan.
  • Nilai Poverty Gap (P1) atau indeks kedalaman kemiskinan di 22 provinsi yang menjadi sample mengalami penurunan yang menunjukkan bahwa kedalaman kemiskinan semakin kecil.
  • Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai Sen Index (P2) di seluruh provinsi mengalami penurunan yang menunjukkan bahwa tingkat keparahan kemiskinan menurun setelah memperoleh bantuan zakat.
  • Tingkat keparahan kemiskinan berdasarkan FGT Indeks (P3) menunjukkan penurunan di seluruh provinsi kecuali di provinsi Nusa Tenggara Barat yang mengalami peningkatan sebesar 0,013. Adapun penurunan tertinggi terjadi di provinsi Gorontalo dengan nilai awal sebesar 0,67 menjadi 0,43 setelah memperoleh bantuan zakat.

Dampak Zakat Produktif terhadap Indeks Kemiskinan Berdasarkan Garis Kemiskinan BPS, Tahun 2017

 

 

Other Publications