- Pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan pengelolaan zakat merupakan salah satu tugas dan fungsi BAZNAS dalam Undang-Undang No 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
- Upaya peningkatan kepercayaan publik yang dilakukan BAZNAS tidak hanya pada publikasi laporan keuangan dan laporan pengelolaan zakat, melainkan juga pengukuran kinerja pengelolaan zakat, salah satunya rasio keuangan pengelola zakat melalui instrumen Indeks Kesehatan Organisasi Pengelola Zakat.
- Analisis Kinerja Keuangan BAZNAS RI terdiri dari 5 pembahasan, yaitu Ikhtisar Keuangan, Analisis Rasio Aktivitas, Analisis Rasio Operasional, Analisis Rasio Likuiditas, dan Analisis Rasio Pertumbuhan.
- Hasil analisis pada Ikhtisar Keuangan diperoleh jumlah aset pada tahun 2023 sebesar Rp422,2 miliar dan tahun 2022 sebesar Rp180 miliar atau kenaikannya mencapai 134,5%, liabilitas di tahun 2022 sebesar Rp16,5 miliar dan tahun 2023 sebesar Rp97,4 miliar dengan kenaikan sangat signifikan yaitu 490%, dan saldo dana di tahun 2022 sebesar Rp163,5 miliar dan tahun 2023 sebesar Rp324,7 miliar atau naik sebanyak 98,57%. Sehingga secara keseluruhan posisi keuangan BAZNAS RI di tahun 2023 naik 241%. Sedangkan dari sisi kinerja keuangan tahun 2022 dan 2023 terlihat jumlah penghimpunan zakat sebesar Rp546,3 miliar dan Rp649,6 miliar dengan jumlah penyaluran Rp530,5 miliar dan Rp610,1 miliar sehingga surplus (defisit) dana zakat masing-masing sebesar Rp15,8 miliar dan Rp39,4 miliar.
- Hasil pengukuran Rasio Aktivitas berdasarkan Allocation to Collection Ratio (ACR), Turn Over Ratio, dan Rasio Penyaluran menunjukkan BAZNAS RI kemampuan yang efektif dalam menyalurkan dana ZIS.
- Dalam hal Rasio Operasional yang direpresentasikan oleh Rasio Efisiensi dan Hak Amil, BAZNAS RI memiliki kemampuan yang efisien dalam penghimpunan dan pengelolaan dana ZIS.
- Rasio Likuiditas BAZNAS RI yang diukur melalui Current Ratio, Quick Ratio, dan Cash to ZIS Ratio menunjukkan kemampuan yang baik dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.
- Rasio pertumbuhan berdasarkan Growth of Collection, Growth of Allocation, dan Growth of Operational Expense menunjukkan BAZNAS RI memiliki pertumbuhan yang baik dalam penghimpunan dan penyaluran dana ZIS.
- Dengan demikian, berdasarkan penilaian komposit peringkat faktor keuangan BAZNAS RI memperoleh skor 2 (Baik) yang artinya memiliki kemampuan untuk mengelola dana ZIS dengan tingkat efektivitas dan efisiensi yang tinggi sehingga mampu bertumbuh.
|
Analisis Kinerja Keuangan BAZNAS RI atas Laporan Keuangan |
