• Pengukuran indeks kemiskinan yang menggunakan standar Had Kifayah (HK) sebesar Rp772.088/kapita/bulan pada 2017, menunjukkan bahwa program zakat produktif di 26 provinsi di Indonesia mampu menurunkan jumlah penduduk miskin. Standar Had Kifayah ini nilainya lebih tinggi dibandingkan dengan standar Garis Kemiskinan BPS per Maret 2018 yang mencapai angka Rp 401.220/kapita/bulan.

  • Secara nasional jumlah penduduk miskin berdasarkan standar Had Kifayah yang dihitung dengan nilai headcount index (H) menunjukkan penurunan sebesar 18,9%. Begitu pula dengan tingkat kesenjangan pendapatan yang dihitung dengan income gap index (I) juga menunjukkan penurunan sebesar 0,03 dari nilai awal 0,49 menjadi 0,46. Selanjutnya tingkat kedalaman kemiskinan secara nasional juga mengalami penurunan dari Rp1.467.053,00 menjadi Rp1.371.124,00 Dalam hal tingkat keparahan kemiskinan, secara nasional mengalami penurunan, baik itu yang diukur dengan menggunakan Sen Index maupun FGT Index.

  • Berdasarkan pada 26 provinsi yang diukur, seluruh provinsi menunjukkan nilai headcount index yang menurun setelah memperoleh bantuan zakat. Adapun tingkat penurunan penduduk miskin yang paling tinggi terjadi di provinsi Sumatera Selatan dimana penurunannya mencapai 52% dari 0,64 menjadi 0,12. Sedangkan provinsi yang memiliki perubahan headcount index terendah yaitu provinsi Kalimantan Barat dimana program zakat hanya mampu menurunkan jumlah penduduk miskin sebasar 2% dari total mustahik.

  • Hasil pengukuran tingkat kesenjangan pendapatan dengan menggunakan income gap ratio (I) menunjukkan mayoritas provinsi yang menjadi sample mengalami penurunan tingkat kesenjangan pendapatan. Nilai Poverty Gap (P1) atau indeks kedalaman kemiskinan di 22 provinsi yang menjadi sample mengalami penurunan yang menunjukkan.

  • Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai Sen Index (P2) di seluruh provinsi mengalami penurunan yang menunjukkan bahwa tingkat keparahan kemiskinan menurun setelah memperoleh bantuan zakat. Tingkat keparahan kemiskinan berdasarkan FGT Indeks (P3) menunjukkan penurunan di seluruh provinsi kecuali di provinsi Nusa Tenggara Barat yang mengalami peningkatan sebesar 0,013. Adapun penurunan tertinggi terjadi di provinsi Gorontalo dengan nilai awal sebesar 0,67 menjadi 0,43 setelah memperoleh bantuan zakat.

     

Dampak Zakat Produktif terhadap Indeks Kemiskinan Berdasarkan Had Kifayah, Tahun 2017

 

 

Other Publications