• Official News ini merupakan revisi dari Official News Nomor 17/08/BR/VII/2017, tanggal 31 Juli 2017 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Zakat Profesi. Official News tersebut direvisi karena adanya perubahan Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang penetapan Nishab zakat profesi.
  • Zakat profesi/penghasilan adalah zakat yang dikenakan atas penghasilan atau pendapatan yang diperoleh oleh seseorang sebagai imbalan atas pekerjaan yang ia usahakan, secara sendiri maupun secara bersama-sama.
  • Maksud dari zakat profesi dan penghasilan dalam dokumen ini adalah zakat pendapatan dan jasa sebagaimana penyebutan dalam PMA No. 31 Tahun 2019
  • Ketentuan mengenai zakat profesi/penghasilan di Indonesia mengacu pada UU No 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat Pasal 4 ayat 2 huruf h (Pendapatan dan Jasa) dan Peraturan Menteri Agama (PMA) No 31 tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Agama Nomor 52 tahun 2014 tentang Syarat dan Tata Cara Penghitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah serta Pendayagunaan Zakat untuk Usaha Produktif.
  • ketentuan penghitungan zakat profesi/penghasilan yang digunakan di Indonesia sesuai dengan Pasal I Peraturan Menteri Agama (PMA) No 31 tahun 2019, yang menyebutkan bahwa nishab zakat profesi dianalogikan pada zakat emas-perak dan perdagangan, nishab ditetapkan sebesar 85 gram emas dan kadar zakat ditetapkan sebesar 2,5 persen.
  • Adapun ketentuan harga emas yang digunakan adalah harga emas hari ini. Dengan demikian, setiap penghasilan yang melebihi Rp5.461.000,00/bulan (lima juta empat ratus enam puluh satu ribu rupiah per bulan) wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5 persen.

Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Zakat Profesi