• Hasil pengukuran IKB di 22 provinsi, delapan provinsi telah mendapatkan nilai dengan kategori sangat baik, sebelas provinsi dengan kategori baik, dua provinsi dengan kategori cukup baik dan satu provinsi dengan kategori kurang baik. Delapan provinsi yang telah mendapatkan kategori sangat baik adalah Nusa Tenggara Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Sumatatera Utara, Riau, Jawa Timur, Sulawesi Utara dan Kalimantan Selatan. Sebelas provinsi dengan kategori baik adalah Aceh, Jawa Barat, Maluku Utara, Kepulauan Riau, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Papua Barat, Lampung, Banten dan Sulawesi Tengah. Dua provinsi dengan kategori cukup baik adalah Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur. Satu provinsi dengan kategori kurang baik adalah Kepulauan Bangka Belitung
  • Nilai nasional untuk CIBEST adalah sebesar 0,73. Untuk nilai nasional indeks modifikasi IPM yaitu 0,94 dari tahun sebelumnya yang sebesar 0,71 dan nilai nasional dari indeks kemandirian adalah sebesar 0,53.
  • Nilai penyusun dari indeks modifikasi IPM yang meningkat secara signifikan menjadikan nilai IKB secara keseluruhan mengalami sedikit peningkatan. Hal ini cukup wajar mengingat pada tahun 2018 ini, responden yang diukur 59% berada di wilayah barat Indonesia yang relatif memiliki tingkat kehidupan yang lebih baik dibandingkan dengan wilayah Indonesia lainnya
  • Penurunan nilai indeks CIBEST dapat diinterpretasikan bahwa mustahik belum sepenuhnya mampu memenuhi dua kebutuhan utamanya, yaitu dari segi material maupun spiritual. Hal ini berkaitan erat dengan nilai dari indeks kemandirian yang juga mengalami sedikit penurunan

Hasil Pengukuran Indeks Kesejahteraan BAZNAS (IKB) Tahun 2018

 

 

 

 

Other Publications