Ringkasan Eksekutif

Policy brief ini bertujuan untuk menganalisa sejauh mana dampak yang akan diberikan oleh kenaikan tarif dasar listrik (TDL) 900VA, harga tabung gas 3kg, dan tarif BPJS terhadap kesejahteraan mustahik (kelompok fakir miskin) di tahun 2020. Analisa terkait hal ini sangat diperlukan oleh otoritas zakat khususnya BAZNAS selaku regulator zakat di Indonesia dan juga seluruh Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) untuk kemudian dapat menyusun dan mengimplementasikan kebijakan yang efektif dan relevan terkait dengan pendistribusian dan pendayagunaan dana zakat di tahun 2020.

Dengan menggunakan pendekatan analisa konten dan mikroekonomi, hasil analisa menemukan bahwa dari ketiga komponen tersebut, tarif dasar listrik (TDL) dan kenaikan harga tabung gas LPG 3kg akan berpengaruh secara langsung terhadap pengeluaran bulanan mustahik dikarenakan kedua barang tersebut berpengaruh langsung terhadap kenaikan pendapatan yang harus dibelanjakan (disposable income) mustahik. Disamping itu, kenaikan tarif ini juga akan berdampak secara signifikan terhadap sektor usaha mikro yang notabenenya dimiliki oleh masyarakat berpenghasilan rendah ke bawah termasuk mustahik. Adapun kenaikan iuran BPJS tidak akan berdampak terhadap pengeluaran mustahik karena kenaikan iuran hanya berlaku untuk kelas I dan II sedangkan untuk kelas III dan Penerima Bantuan Iuran (PBI) tidak akan terjadi perubahan harga. Oleh sebab itu, Policy Briefs ini merekomendasikan BAZNAS dan juga OPZ untuk lebih memprioritaskan bantuan kepada mustahik yang rentan terhadap kenaikan harga tarif listrik 900VA dan harga tabung gas LPG 3kg dengan berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan yang relevan. Disamping itu, Policy Brief ini juga merekomendasikan pemerintah untuk memberikan insentif kepada masyarakat yang rentan atas perubahan harga tersebut untuk meminimalisir dampak negatif dari pencabutan subsidi.

 

Analisis Dampak Kenaikan Tarif Dasar Listrik 900VA, Tabung Gas LPG 3KG, dan Iuran BPJS Terhadap Kesejahteraan Mustahik