Ringkasan Eksekutif

 

Pada tanggal 2 Maret 2020 lalu, Indonesia resmi menjadi negara ke-65 yang terkena wabah COVID-19. Sama seperti negara lainnya, jumlah penderita di Indonesia meningkat secara eksponensial. Belum sampai satu bulan, namun per tanggal 26 Maret 2020 Indonesia telah menempati urutan ke-13 death rate COVID-19 tertinggi di dunia. Tentunya berbagai kebijakan telah dilakukan oleh pemerintah untuk melindungi masyarakat, salah satunya adalah dengan himbauan social distancing dan melakukan aktivitas di rumah.

Namun, meski himbauan tersebut disambut positif, ada kaum-kaum yang tidak bisa mengikuti arahan tersebut. Mereka adalah orang-orang yang harus bekerja ke luar demi bertahan hidup sehari-hari, atau masuk dalam golongan masyarakat dengan pendapatan rentan. Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk membantu golongan ini. Namun, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan bantuan dari pihak lain. Dalam hal ini, Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) memiliki peranan yang penting dalam membantu pemerintah mengayomi golongan pendapatan rentan agar tidak semakin terpuruk dengan keadaan.

Oleh karena itu, policy brief ini akan memaparkan kerugian yang dialami oleh golongan tersebut. Masyarakat berpendapatan rentan dibagi menjadi tiga, yaitu pelaku UMKM, pekerja rentan, dan pelaku usaha kecil bidang pariwisata. Dalam policy brief ini, terdapat tiga rekomendasi bidang yang dapat dilakukan oleh OPZ dalam membantu golongan tersebut yaitu dalam bidang ekonomi, kesehatan, dan dakwah.

 

Dampak Covid-19 terhadap Pekerja Rentan Indonesia