Ringkasan Eksekutif

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) telah menyebar hampir ke seluruh provinsi di Indonesia. Per tanggal 10 Mei 2020 terdapat 14.032 korban positif, 2.698 sembuh, dan 973 meninggal dunia. Dalam rangka memutus penyebaran COVID-19, pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai kebijakan, salah satunya adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan tujuan untuk membatasi mobilitas masyarakat di suatu wilayah. Per tanggal 28 April 2020, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menyetujui implementasi kebijakan PSBB di 20 wilayah. Kebijakan PSBB menyebabkan tersendatnya aktifitas perekonomian di wilayah PSBB. Dengan menggunakan metode yang digunakan oleh Smeru Institute, Puskas BAZNAS melakukan proyeksi jumlah kemiskinan di 20 wilayah PSBB. Hasil studi menemukan bahwa dalam kondisi ringan akan ada tambahan penduduk miskin sebanyak 134,288 jiwa. Adapun dalam kondisi berat, akan ada tambahan penduduk miskin sebanyak 866,713 jiwa di 20 wilayah PSBB. Dalam konteks regional, baik dalam kondisi ringan maupun berat karena pandemic COVID-19, Kabupaten Bogor diproyeksikan menjadi wilayah terbesar yang memiliki jumlah penduduk miskin akibat COVID-19. Adapun proyeksi lonjakan persentase kemiskinan terbesar dimiliki oleh Kabupaten Bandung Barat.

 

Rekomendasi

Bagi Pemerintah Daerah

  1. Melakukan penguatan database penduduk miskin dengan terus melakukan pemutakhiran data kemiskinan di wilayahnya masing-masing agar penyaluran bantuan dapat dilakukan dengan tepat sasaran.
  2. Mengeluarkan kebijakan yang relevan dan terukur dalam rangka memitigasi lonjakan penduduk miskin yang diakibatkan terhentinya aktifitas perekonomian akibat diberlakukannya PSBB.
  3. Melakukan kolaborasi dengan stakeholder lainnya seperti BAZNAS daerah dan juga LAZ daerah untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan penduduk kemiskinan di wilayahnya dengan mengkombinasikan program-program social dari pemerintah daerah dengan program-program pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang ada pada lembaga zakat.

Bagi BAZNAS & LAZ Daerah

  1. Adanya lonjakan penduduk miskin karena COVID-19, BAZNAS & LAZ daerah direkomendasikan untuk melakukan pemutakhiran database mustahik yang ada di wilayahnya, terutama mustahik-mustahik baru yang diakibatkan pandemi COVID-19.
  2. Memprioritaskan penyaluran dana Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar mustahik seperti kebutuhan bahan pangan dan juga penyediaan akses terhadap fasilitas kesehatan.
  3. Melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah atau stakeholder lainnya dalam menyalurkan bantuan kepada mustahik sehingga penyaluran dana ZIS dapat dilakukan secara tepat sasaran.

 

Proyeksi Kemiskinan akibat Covid-19: Studi Kasus Daerah PSBB