Ringkasan Eksekutif

Penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama sebagai pelaku ekonomi untuk membantu pembangunan Indonesia. Meski sudah banyak regulasi terkait hal tersebut, namun penyandang disabilitas masih mengalami eksklusi. Di satu sisi, Islam yang menganggap semua manusia sama tentu tidak menghendaki perbedaan tersebut. Instrumen sosial Islam seperti zakat, infak, sedekah dan wakaf (ZISWAF) diharapkan dapat membantu penyandang disabilitas agar lebih berdaya dan memperoleh kesetaraan. Hal tersebut telah dibuktikan oleh Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) yang telah menaruh perhatian penyandang disabilitas. Namun, berdasarkan data yang diperoleh hingga kini baik porsi penyaluran maupun jumlah mustahik disabilitas yang terbantu masih kecil di bawah 1%. Oleh karena itu perlu adanya kebijakan lebih lanjut agar para penyandang disabilitas di Indonesia semakin banyak yang terbantu oleh dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Rekomendasi

Puskas BAZNAS merekomendasikan agar OPZ terlibat lebih dalam untuk membantu penyandang disabilitas melalui beberapa cara berikut ini:

  1. Pemetaan penyandang disabilitas di daerah sekitar OPZ beroperasi
  2. Membuat serta meningkatkan target penyaluran kepada disabilitas
  3. Membuat laporan penyaluran khusus untuk mustahik penyandang disabilitas
  4. Membantu mustahik disabilitas serta keluarga yang berfungsi sebagai supporting system sebagai salah satu cara menciptakan ekosistem yang ideal untuk penyandang disabilitas.

 

Zakat dan Disabilitas