Ringkasan Eksekutif

Pandemi COVID-19 yang telah ditetapkan menjadi bencana nasional menyebabkan lumpuhnya hampir seluruh sektor termasuk perekonomian. Sebagaimana Berita Resmi Statistik yang diterbitkan pada 15 Juli 2020, Pandemi COVID-19 menyebabkan angka kemiskinan meningkat. Jumlah Penduduk Miskin pada Maret 2020 sebesar 26,42 juta orang, naik 1,63 juta orang terhadap September 2019 dan naik 1,28 juta orang terhadap Maret 2019. Isu mengenai menurunnya tingkat pengumpulan di masa sulit atau krisis sudah menjadi diskusi di dunia fundraiser. Terdapat bukti peningkatan donasi oleh para dermawan selama krisis ekonomi (Kasri, 2013). Total pengumpulan ZIS oleh BAZNAS RI periode Maret-Juni tahun 2020 juga lebih tinggi dibandingkan dengan total pengumpulan di tahun 2019 pada periode yang sama yaitu sebesar 69,29%. Pertumbuhan pengumpulan ini didukung dengan adanya strategi khusus yang diterapkan BAZNAS RI selama masa pandemi dalam hal komunikasi, pelayanan, dan kanal donasi.

Rekomendasi

Berdasarkan hasil analisis data dan kondisi saat ini, berikut ini rekomendasi kebijakan yang diusulkan untuk Organisasi Pengelola Zakat.

  1. Organisasi pengelola zakat perlu melakukan transformasi model bisnis untuk dapat bertahan di era normal baru apalagi di masa pandemi baik dari segi kampanye maupun saluran pengumpulan.
  2. Penguatan basis data muzaki dan munfik untuk memperkuat layanan dan aftersales service kepada muzaki dan munfik
  3. Menjaga kepercayaan muzaki dan munfik dengan meningkatkan kualitas tata kelola organisasi 
  4. Melakukan publikasi kegiatan berkala mengenai kegiatan pengelolaan zakat di masa pandemi di kanal digital 

 

Menjadi OPZ Penyintas di Masa Pandemi