Ringkasan Eksekutif 

Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya memukul pertumbuhan ekonomi, tapi juga menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah pengangguran dalam jumlah yang besar. Sektor informal menjadi salah satu korban yang sangat terpuruk dan mengharuskan para perkerjanya mencari pengahasilan tambahan. BAZNAS sebagai salah satu lembaga filantropi terbesar berlandaskan prinsip-prinsip islam mengeluarkan program cash for work sebagai solusi untuk memberikan pekerjaan sampingan terhadap para pekerja informal. Sementara itu Tim Komite Cipta Kerja Indonesia juga mengeluarkan program kartu pra kerja sebagai wadah yang memberikan pelatihan pengembangan kompetensi kerja sekaligus memberikan intensif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui preferensi ketepatan program cash for work dari BAZNAS dan program kartu pra kerja dari Komite Cipta Kerja sebagai solusi krisis ekonomi dampak covid-19 pada para pekerja sektor informal.

 

Rekomendasi

  1. Berdasarkan program cash of work dari BAZNAS karna dana zakat yang sangat terbatas diharapkan dapat diikuti oleh koorporasi dari gerakan zakat seluruh Indonesia dan semua pihak yang melakukan berbagai hal, terkait dengan membantu profesi rentan yang terimbas secara ekonomi dari krisis pandemi COVID-19.
  2. Perlunya pemerintah dalam mengkaji ulang program kartu pra kerja yang harus dibarengi dengan adanya ketersediaan lapangan pekerjaan yang sebanding dengan angkatan kerja agar para angkatan kerja ini dapat terserap, termasuk jaminan pekerjaan kembali yang diberikan terharap para pekerja atau buruh yang sudah di PHK oleh pemilik perusahaan akibat dampak dari pandemi COVID-19.
  3. Pemerintah diharapkan fokus untuk memberikan bantuan terhadap masyarakat dalam bentuk bantuan langsung tunai, bantuan sosial, hingga subsidi, bahkan diharapkan pemerintah dapat memberikan stimulus terhadap perusahaan atau pengusaha agar setidaknya menekan angka PHK yang berujung pada naiknya jumlah pengangguran.

 

Preferensi Ketepatan Program Cash For Work dari BAZNAS dan Program Kartu Pra Kerja dari Komite Cipta Kerja