Pengeluaran Untuk Konsumsi Mustahik Di Indonesia Tahun 2025: Potret Mustahik BAZNAS dan Secara Nasional
Publisher: Pusat Kajian Strategis BAZNAS
Book Size: 29.7cm x 21 cm (A4)
ISBN:
Language: Bahasa Indonesia
© 2026 | 33 Pages
Synopsis:
- Pola pengeluaran bukan sekadar refleksi daya beli, melainkan indikator fundamental kesejahteraan dan ketahanan pangan rumah tangga. BAZNAS perlu memetakan pola ini untuk memastikan efektivitas program pendayagunaan zakat dalam meningkatkan taraf hidup mustahik dari sekadar bertahan hidup (survival) menuju kemandirian ekonomi.
- Kajian ini menggunakan data primer dari Survei Kaji Dampak Zakat (KDZ) 2025 dengan sampel sebanyak 2.908 rumah tangga mustahik di seluruh Indonesia. Pendekatan analisis menggunakan Consumption Approach (pencatatan konsumsi mingguan untuk pangan dan rokok) serta Delivery Approach (pencatatan bulanan untuk jasa dan barang non-makanan). Data diolah secara deskriptif untuk melihat perbandingan nasional dan mustahik binaan BAZNAS RI.
- Rata-rata pengeluaran mustahik nasional adalah Rp2.934.197/bulan, dengan 54,6% dialokasikan untuk pangan. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas mustahik berada pada level survival mode. Pengeluaran rokok (5,3%) lebih tinggi dibandingkan biaya kesehatan dan air bersih. Hal ini menjadi "kebocoran" ekonomi yang menghambat perbaikan gizi keluarga.
- Mustahik binaan BAZNAS RI memiliki kapasitas pengeluaran/disposable income lebih tinggi (Rp3.416.252) dengan persentase pangan yang lebih rendah (52,5%), menunjukkan daya beli yang lebih kuat. Program pendidikan menunjukkan beban biaya sekolah tertinggi (12%), sementara program ekonomi seperti Z-Chicken memiliki beban transportasi yang signifikan (8%).
- Intervensi BAZNAS RI terbukti meningkatkan kapasitas ekonomi mustahik sebesar 16% dibandingkan rata-rata nasional dan berhasil menurunkan proporsi pengeluaran pangan, yang menandakan peningkatan kesejahteraan.
- Perlunya edukasi literasi keuangan dan kesehatan secara masif untuk mengalihkan pengeluaran rokok ke sektor produktif atau gizi. Program bantuan harus disesuaikan dengan karakteristik usaha; misalnya, dukungan biaya transportasi untuk Z-Chicken dan dukungan biaya listrik/utilitas untuk Z-Mart dan Z-Auto. Penguatan akses komunikasi dan digitalisasi bagi UMKM mustahik untuk menjaga keberlangsungan usaha di ekosistem modern.

