-
BAZNAS RI mencatatkan tonggak sejarah dengan total distribusi tahunan mencapai Rp1,1 Triliun pada tahun 2025, angka tertinggi dalam sejarah kelembagaan.
-
Program BAZNAS RI berhasil mengentaskan 64,49% mustahik dari zona kemiskinan, dengan total 18.035 jiwa yang berhasil melewati setidaknya satu standar kemiskinan
-
Zakat memberikan kontribusi sebesar 0,73% terhadap pengentasan kemiskinan nasional, menegaskan posisinya sebagai instrumen perlindungan sosial komplementer yang efisien.
-
Z Chicken menjadi program dengan angka pengentasan tertinggi (77,97%), diikuti oleh Z Mart (72,06%) dan Lumbung Pangan (68,18%).
-
Intervensi zakat secara terukur mempercepat mobilitas ekonomi mustahik. Sebagai contoh, rata-rata waktu untuk keluar dari garis kemiskinan BPS terkompresi dari 8,74 tahun (organik) menjadi 3,31 tahun (dengan zakat)
-
Melalui model CIBEST, tidak ditemukan lagi mustahik di "Kuadran Miskin Spiritual" atau "Miskin Absolut" setelah menerima intervensi program BAZNAS RI
- Jika seluruh potensi zakat sebesar Rp327 Triliun (setara dengan 66,2% anggaran perlindungan sosial APBN 2025) berhasil dihimpun, zakat berpotensi menjadi pilar utama dalam mengubah wajah kemiskinan Indonesia secara fundamental dalam satu generasi.
|
Laporan Dampak Zakat Program Ekonomi BAZNAS RI terhadap Pengentasan Kemiskinan Tahun 2025 |
![]() |

