• Hasil kaji dampak menunjukan bahwa rata-rata pendapatan rumah tangga mustahik meningkat sesudah menerima bantuan produktif, yang semula Rp 1.733.699 sebelum menerima bantuan zakat produktif menjadi Rp 2.078.776 setelah menerima bantuan zakat produktif.
  • Jumlah kelompok keluarga miskin menunjukan hasil yang baik antara sebelum dan setelah menerima pemberdayaan dana zakat. Bila diukur dengan menggunakan standar garis kemiskinan umum, penurunan kelompok keluarga miskin sebesar 12%, dengan menggunakan standar had kifayah kelompok keluarga miskin turun sebesar 6%, penurunan sebesar 1 % dan 2% masing-masing bila diukur dengan menggunakan standar nishab beras dan nishab emas.
  • Tingkat kesenjangan pendapatan jika diukur menggunakan garis kemiskinan umum naik 2% dari 5% sebelum menerima zakat dan 7% setelah menerima zakat. Sedangkan, untuk pengukuran kesenjangan pendapatan jika diukur menggunakan standar had kifayah, nishab beras dan nishab emas tidak ada perubahan pada kesenjangan pendapatan.
  • Tingkat kedalaman kemiskinan mengalami penurunan sebesar Rp.955 dari sebelum menerima zakat Rp.626.561 ke Rp.627.515 setelah menerima zakat jika diukur dengan menggunakan garis kemiskinan. Begitu pula jika diukur dengan standar had kifayah, beras dan emas, tingkat kedalaman kemiskinan mengalami penurunan masing-masing sebesar Rp 197.233, Rp 290.342, dan Rp 259.704.
  • Hasil perhitungan untuk sen index (P2) juga mengalami penurunan yang menunjukkan bahwa tingkat keparahan kemiskinan menurun setelah memperoleh bantuan zakat.
  • Tingkat keparahan kemiskinan berdasarkan FGT indeks (P3) juga menunjukkan penurunan dengan menggunakan standar garis kemiskinan, had kifayah, nishab beras, dan nishab emas yaitu masing-masing 2.1%, 5.8%, 6.9%, dan 6.9%.
  • Waktu yang diperlukan mustahik untuk keluar dari kemiskinan jika menggunakan standar garis kemiskinan dan had kifayah menunjukkan hasil yang negatif. Hal ini dikarenakan rata-rata pendapatan sudah melebihi nilai dari garis kemiskinan juga had kifayah. Sedangkan jika menggunakan standar nishab beras dan emas, pemberdayaan zakat dapat mempersingkat waktu yang dibutuhkan mustahik keluar dari kemiskinan yaitu 22 tahun dari 26 tahun sebelum menerima zakat dengan pengukuran standar nishab beras. Sedangkan dengan standar pengukuran nishab emas hanya dibutuhkan waktu 19 tahun untuk berubah menjadi muzaki dibanding 23 tahun jika tidak ada pemberdayaan dana zakat.
  • Nilai Indeks Kesejahteraan BAZNAS merepresentasikan hasil yang cukup baik dengan menggunakan standar garis kemiskinan dengan nilai IKB sebesar 0.6. Adapun komponen nilai penyusunnya antara lain 0.75 untuk nilai Indeks Kesejahteraan CIBEST, 0.50 untuk modifikasi Indeks Pembangunan Manusia, dan 0.50 untuk Indeks Kemandirian. Jika IKB diukur menggunakan standar had kifayah, nishab emas, dan nishab beras menunjukan hasil yang sama yaitu 0.30.
  • Berdasarkan pendapatan dan spiritual, rumah tangga mustahik berada pada posisi sejahtera (kuadran I) bila diukur dengan standar garis kemiskinan.
  • Pada Indeks Kesejahteraan CIBEST, perubahan presentase keluarga sejahtera meningkat hingga mencapai 13.01%, sedangkan untuk kuadran II dan IV teradi penurunan kemiskinan material dan kemiskinan absolut rumah tangga mustahik masing-masing sebesar 5.61% dan 6.63%.
  • Beberapa mustahik mengalami kenaikan level setelah mendapatkan pemberdayaan zakat yang sebelumnya berada pada posisi kemiskinan absolut/miskin materil dan spiritual (kuadran IV) naik ke posisi di kuadran III atau menjadi keluarga yang pendapatannya naik namun spiritualnya masih dalam batas standar.

Dampak Zakat terhadap Lembaga Pemberdayaan Peternak Mustahik