• Berdasarkan Undang-Undang No.23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat, tujuan pengelolaan zakat adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemisinan. Dalam rangka mencapai tujuan pengelolaan zakat tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui Lembaga Pemberdayaan Peternak Mustahik (LPPM) menjalankan program Balai Ternak dengan penerima manfaat adalah mustahik dengan asnaf fakir dan miskin.
  • Hingga saat ini LPPM telah mengelola 21 Balai Ternak yang tersebar di 10 provinsi, 16 kabupaten/kota, 19 kecamatan, di 21 desa. Untuk mengetahui dampak zakat terhadap mustahik melalui program Balai Ternak, telah dilakukan kaji dampak dengan menggunakan metode Sustainability Livelihood Impact Assessment (SLIA) terhadap Balai Ternak Berkah Makmur Magelang.
  • Metode SLIA digunakan untuk mengukur perubahan aset komunitas sebelum dan sesudah program (Ashley & Hussein, 2000) yang mencakup 5 (lima) aset penghidupan yakni: manusia (human), alam (natural), keuangan (financial), fisik (physical), dan sosial (social). Kelima aset ini juga berpengaruh terhadap aspek kerentanan dan aspek kebijakan atau regulasi sehingga mempengaruhi strategi penghidupan untuk mencapai hasil penghidupan yang lebih baik.
  • Hasil kaji dampak zakat terhadap mustahik melalui program Balai Ternak di Kabupaten Tanah Datar menunjukkan bahwa rata-rata perubahan yang terjadi antara sebelum dan sesudah adanya intervensi program secara umum mengalami kenaikan sebesar 1.09. Hal ini menunjukkan bahwa program Balai Ternak cukup tinggi berdampak pada peningkatan aset komunitas, khususnya mustahik penerima manfaat. Perubahan yang paling signifikan terdapat pada aset sosial yaitu: naik sebesar 1.25. Disusul kemudian perubahan pada aset keuangan terjadi kenaikan sebesar 1.19; aset SDM naik sebesar 1.13; aset fisik naik sebesar 0.95. Sedangkan pada aset alam mengalami perubahan yang paling rendah yakni sebesar 0.93.
  • Secara umum, program Balai Ternak di Kabupaten Tanah Datar telah mampu membentuk kelompok peternak yang cukup baik, memberikan pelatihan dalam rangka peningkatan pengetahuan dan keterampilan pemeliharaan manajemen ternak domba/kambing serta mendorong tumbuhnya rasa sosial dan kebersamaan yang tinggi pada kelompok ternak.
  • Secara keseluruhan, program ini memberikan dampak positif terutama dalam hal peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola ternak dan penambahan kesejahteraan penerima manfaat melalui penjualan ternak dan pupuk organik/kompos yang dihasilkan dari kotoran ternak.

Dampak Zakat melalui Program Balai Ternak di Kabupaten Tanah Datar