• Perkembangan kebijakan subsidi listrik dicabut pemerintah di APBN 2020. Pemerintah telah mengumumkan rencana akan menurunkan jumlah subsidi listrik pelanggan PLN 900 VA di APBN Tahun Anggaran 2020 dengan pagu 6,9 triliun hingga 7,4 triliun rupiah dan pagu tersebut masih bersifat tentatif karena belum disahkan menjadi Undang-Undang APBN 2020.
  • Dalam perkembangannya, subsidi listrik mengalami peningkatan selama tahun 2005 hingga 2014 dan mulai menurun di tahun 2015 hingga tahun 2019.
  • Kebijakan pencabutan subsidi listrik 900 VA dilakukan Pemerintah dalam upaya untuk mengalokasikan anggaran ke sektor yang lebih produktif seperti peningkatan non energi, proses elektrifikasi, kesehatan, pendidikan dan lain-lain. Kebijakan tersebut dapat berdampak luas ke kesejahteraan masyarakat jika di tahun 2020 Pemerintah juga berencana menetapkan penyesuaian tarif listrik.
  • Untuk mengukur dampak kerugian pencabutan subsidi listrik terhadap kesejahteraan masyarakat, kajian ini menggunakan teknik analisis elastisitas untuk melihat seberapa responsif perubahan indikator-indikator kesejahteraan masyarakat seperti kemiskinan, dan rasio elektrifikasi akibat pencabutan subsidi listrik.
  • Hasil analisis menunjukkan bahwa pencabutan subsidi listrik tidak berpengaruh langsung terhadap kemiskinan dengan catatan pemerintah tetap memberikan kompensasi yang lebih realistis bagi masyarakat miskin dalam alokasi APBN 2020. Namun jika hal tersebut tidak terealisasi maka akan memicu inflasi yang akan menghambat pertumbuhan konsumsi rumah tangga miskin.

Dampak Kerugian Pencabutan Subsidi Listrik 900 Watt terhadap Kesejahteraan Masyarakat

 

 

 

Other Publications