• Berdasarkan Undang-Undang No.23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat, tujuan pengelolaan zakat adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemisinan.
  • Dalam rangka mencapai tujuan pengelolaan zakat tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui Lembaga Zakat Community Development (ZCD) menjalankan program pemberdayaan masyarakat dengan penerima manfaat adalah mustahik dengan asnaf fakir dan miskin.
  • Hingga saat ini ZCD telah mengelola 77 titik lokasi desa pemberdayaan yang tersebar di seluruh propinsi di Indonesia
  • Untuk mengetahui dampak zakat terhadap mustahik melalui program ZCD, telah dilakukan kaji dampak dengan menggunakan metode Sustainability Livelihood Impact Assessment (SLIA) terhadap titik lokasi ZCD di Desa Jenilu Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu NTT dimana program ZCD yang dijalankan adalah pemberdayaan nelayan dengan memberikan 5 unit perahu nelayan, pembentukan Koperasi dan pembangunan rumah produksi olahan ikan.
  • Metode SLIA digunakan untuk mengukur perubahan aset komunitas sebelum dan sesudah program (Ashley & Hussein, 2000) yang mencakup 5 (lima) aset penghidupan yakni: manusia (human), alam (natural), keuangan (financial), fisik (physical), dan sosial (social).
  • Kelima aset ini juga dipengaruhi oleh aspek kerentanan dan aspek kebijakan atau regulasi sehingga mempengaruhi strategi penghidupan untuk mencapai hasil penghidupan yang lebih baik.
  • Hasil kaji dampak zakat terhadap mustahik melalui program ZCD di Kabupaten Belu ini menunjukkan bahwa rata-rata perubahan yang terjadi antara sebelum dan sesudah adanya intervensi program secara umum mengalami kenaikan sebesar 0.99. Hal ini menunjukkan bahwa program ZCD cukup tinggi berdampak pada peningkatan aset komunitas, khususnya mustahik penerima manfaat.
  • Perubahan yang paling signifikan terdapat pada Aset SDM yaitu: naik sebesar 1.8. Disusul kemudian perubahan pada Aset Sosial terjadi kenaikan sebesar 1.16; aset Finansial naik sebesar 0.8; Aset Fisik naik sebesar 0.6. Sedangkan pada Aset Alam mengalami perubahan yang paling rendah yakni sebesar 0.5.
  • Secara umum, program ZCD di Desa Jenilu Kabupaten Belu telah mampu membentuk dan mengorganisasikan kelompok mustahik dengan cukup baik. Dengan berjalannya koperasi, program pemberdayaan ekonomi nelayan menjadi kian berkembang ditunjukkan dengan adanya pembagian bagi hasil bagi seluruh anggota mustahik setiap bulannya dan mulai terkumpulnya tabungan kelompok mustahik yang digunakan sebagai dana pinjaman bergulir untuk anggota kelompok yang ingin membuka usaha.
  • Di samping itu, program ini memberikan dampak positif terutama dalam hal peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat abon ikan dan penambahan kesejahteraan penerima manfaat melalui penjualan hasil tangkapan nelayan serta hasil usaha penjualan es batu maupun bensin bahan bakar kapal.

Dampak Zakat melalui Program ZCD di Desa Jenilu, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur

 

 

 

Other Publications