• Kemiskinan masih menjadi problematika klasik di berbagai negara berkembang tidak terkecuali Indonesia, kemiskinan ini menyebar mulai dari masyarakat industry perkotaan sampai masyarakat pertanian desa. Telah banyak kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan khususnya kemiskinan masyarakat tani.
  • Penyaluran dana zakat yang dilakukan oleh BAZNAS paling banyak diperuntukan untuk kegiatan ekonomi yaitu sebesar 26%. Terdapat beberapa program pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional yang bertujuan untuk memberdayakan petani diantaranya adalah program lumbung pangan, kurban berdayakan desa, program zakat community development dan lain lain.
  •  Program lumbung pangan mampu meningkatkan pendapatan para penerima manfaat, Jika sebelumnya pendapatan rata-rata petani hanya Rp1.037.000 per bulan, setelah adanya program lumbung pangan pendapatan mustahik naik hingga mencapai Rp.2.850.000 per bulan.
  • Program kurban berdayakan desa merupakan upaya Badan Amil Zakat Nasional dalam memberdayakan peternak di desa dengan cara memindahkan perputaran ekonomi dan manfaarnya dari kota kepada masyarakat desa. Muzaki yang berkurban melalui BAZNAS diarahkan untuk membeli, menyembelih dan mendistribusikan daging kurban di desa.
  • Salah satu program ZCD yang sejalan dengan pemberdayaan ekonomi petani adalah pemberdayaan petani kopi di Desa Bo’ne Buntu Sisong Kecamatan Makale Selatan Kabupaten Tana Toraja. Petani kopi disana diberi pengetahuan bagaimana cara meningkatkan nilai jual, sampai dengan cara pemasaran. Lebih dari itu program ini menjadikan kawasan tersebut sebagai Desa Wisata Kopi Tondok Lemo.

Kemiskinan Masyarakat Tani Indonesia dan Program Pemberdayaan Zakat   

 

 

 

Other Publications